Ambon, 19/7 (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga yang terkena bencana banjir dan tanah longsor di Kota Ambon.
"Kami telah memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan pada saat terjadi banjir dan tanah longsor berupa terpal, karung, sekop, gerobak dan lainnya. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Farida Salampessy di Ambon, Selasa.
Ia mengungkapkan, ada 269 titik bencana banjir dan tanah longsor di Kota Ambon, yang tersebar pada lima kecamatan dan terbanyak pada Kecamatan Sirimau.
Bencana terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sejak 16 Juli 2016 lalu. Karena itu, kesiapsiagaan BPBD Provinsi maupun BPBD Kabupaten/Kota menjadi prosedur tetap untuk menangani bencana.
"Kami sudah mempunyai program kesiapsiagaan setiap tahun terutama melakukan koordinasi dengan seluruh BPBD Kabupaten/Kota, baik menjelang musim hujan maupun kering, ini dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi bencana," kata Farida.
Menurut dia, bantuan logistik tanggap daruat untuk bencana alam, akan diberikan kepada 11 kabupaten/kota, di daerah ini. Kabupaten/kota yang sudah ambil adalah Maluku Tengah (Malteng) dan Kota Ambon dan sembilan kabupaten/kota yang lain belum ambil.
"Kami berharap kabupaten/kota yang belum ambil, bisa segera datang mengambilnya, sehingga bisa digunakan pada saat ada bencana, karena kondisi itu tidak bisa dipastikan kapan datang," ujarnya.
Farida mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor di Kota Ambon, tidak ada warga yang mengungsi, kalau ada akan diberikan bantuan pangan dan sandang, berupa makanan siap saji dan kain selimut, baju dan lainnya.
"Kita bersyukur tidak ada warga masyarakat yang mengungsi. Masyarakat kita sekarang sudah lebih peduli dengan keselamatan mereka sendiri. Karena itu, kami selalu mengimbau melalui media elektronik baik radio maupun televisi untuk waspada terhadap bencana alam," kataanya.
Farida mengakui, pihaknya akan mengajukan proposal ke BNPB Pusat untuk meminta bantuan tambahan logistik.
"Kami sudah mengajukan surat kepada bapak Gubernur Maluku Said Assagaff untuk permohonan bantuan tambahan logistik ke BNPB Pusat, karena persedian logistik sudah berkurang," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah membentuk posko koordinatif yang diberi nama Posko 247, posko ini beroperasi 24 jam selama tujuh hari, yang melibatkan pegawai BPBD pada bidang tugasnya masing-masing serta relawan yang peduli terhadap bencana alam.
"Kami bekerja sama dengan BPBD Kota Ambon untuk memantau titik-titik bencana, sehingga bantuan bisa tersalurkan dengan cepat," ujarnya.
