Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyikapi ancaman bencana alam akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Tanah Air akhir-akhir ini dengan mengarahkan para bupati dan wali kota untuk mengantisipasi sejak dini.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Kifly Wakanno di Ambon, Rabu mengatakan Asisten Kesejahteraan Sosial Pemprov Ali Sella telah menyurati sembilan bupati dan dua wali kota agar sejak dini siaga menghadapi bencana.
Arahan itu, katanya, mempertimbangkan hasil pemantauan BMKG, baik Pusat maupun Stasiun Pattimura Ambon yang mengingatkan potensi iklim maupun cuava ekstrem sejak Januari hingga beberapa bulan ke depan.
BMKG mengingatkan Provinsi Maluku diprakirakan mengalami musim hujan disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi.
Karena itu, para bupati dan wali kota diarahkan melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, banjir rob (naiknya permukaan air laut) serta kecelakaan angkutan laut.
Begitu pun perlu dilaksanakan sosialisasi mengenai perubahan iklim, cuaca dan tinggi gelombang kepada masyarakat di masing-masing kabupaten atau pun kota.
Para bupati dan wali kota juga diarahkan segera membentuk Posko Siaga Darurat Bencana sesuai Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana No.6A tahun 2011 tentang pedoman penggunaan dana siap pakai pada keadaan darurat bencana.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau para kepala daerah agar terus waspada terhadap bencana alam karena cuaca buruk masih terus terjadi hingga Maret mendatang.
"Sesuai dengan prakiraan BMKG, cuaca seperti ini akan terus terjadi hingga Maret. Jadi para pemimpin daerah diharapkan waspada," katanya.
