Ambon (ANTARA) - Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melakukan kegiatan sosial dengan membersihkan masjid tertua di Kota Ambon yakni Masjid Jami di Kelurahan Silale, Ambon dalam rangkaian menyambut Ramadan 1446 Hijriah.
"Kegiatan membersihkan tempat sarana ibadah ini dilakukan dengan tujuan agar dalam menyongsong bulan suci Ramadan masyarakat lebih semarak dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, aman dan tentram,” kata Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Dostan Matheus Siregar, di Ambon, Sabtu.
Ia menyampaikan selain membersihkan rumah ibadah umat Islam, kegiatan sosial ini juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara personel Brimob dengan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, kegiatan yang dilaksanakan ini juga dimaksudkan untuk lebih memakmurkan tempat ibadah menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini melibatkan puluhan personel Brimob yang bekerja sama dengan masyarakat setempat. Mereka membersihkan area dalam dan sekitar masjid, mulai dari ruang salat utama hingga halaman luar masjid. Selain itu, pengecekan sistem pembuangan air dan perawatan sarana prasarana masjid juga menjadi bagian dari upaya pemeliharaan kebersihan.
“Kami ingin memastikan masjid ini dalam kondisi bersih dan nyaman sebagai wujud dukungan kami dalam menyambut bulan suci Ramadan. Semoga kegiatan ini bisa membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Dengan lingkungan masjid yang bersih, diharapkan akan memberikan kenyamanan bagi umat atau jamaah yang akan melaksanakan kewajiban ibadahnya, sehingga saat menjalankan ibadah di bulan penuh berkah nanti akan semakin khusyuk.
"Dengan lingkungan bersih dan asri menjadikan umat semakin semangat beribadah. Harapan lainnya banyak warga melaksanakan ibadah di masjid sehingga bisa memakmurkan masjid,” harapnya.
Masjid Jami' yang berada di Jalan Sultan Babullah, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, merupakan salah satu masjid tertua yang menjadi saksi peradaban di kota ini. Masjid Jami' sendiri didirikan pada 1860 di atas tanah wakaf oleh janda bernama Kharie.