Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengedukasi mahasiswa mengenai metode pengujian mutu pangan dan pengawasan karantina melalui Pelatihan Griyaan Peningkatan Kompetensi Uji Angka Lempeng Total (ALT) serta pembentukan panelis organoleptik terlatih.
Kepala BKHIT Maluku Abdur Rohman di Ambon, Minggu mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan, khususnya produk asal hewan, ikan, dan tumbuhan sebelum beredar di masyarakat.
“Penguatan kompetensi teknis, termasuk kemampuan melakukan uji laboratorium dan penilaian organoleptik, sangat penting dalam memastikan produk pangan memenuhi standar keamanan. Mahasiswa perlu dibekali sejak dini agar memiliki kemampuan dan kepekaan terhadap mutu pangan,” ujar Abdul Rohman.
Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut berasal dari Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Banda Neira.
Ia menjelaskan bahwa Uji Angka Lempeng Total (ALT) merupakan metode laboratorium untuk menilai tingkat kebersihan mikrobiologis dari suatu produk pangan.
Selain itu, pembentukan panelis organoleptik terlatih bertujuan melatih peserta dalam menilai karakteristik sensori seperti warna, aroma, rasa, dan tekstur pada produk pangan asal hewan.
Menurut Abdur Rohman, kegiatan ini juga sejalan dengan tugas Badan Karantina Indonesia yang fokus pada pengawasan dan pengendalian mutu serta keamanan produk hewan, ikan, dan tumbuhan sebelum dikonsumsi masyarakat.
“Kolaborasi dengan mahasiswa penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap pengujian mutu pangan dan fungsi karantina,” katanya.
Pelatihan turut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBUSKHIT), Marjono, yang menyampaikan materi terkait teknik ALT dan standar penilaian organoleptik.
“Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan metode pengujian sesuai standar serta memahami peran penting karantina dalam menjaga keamanan pangan di Indonesia,” ujar dia.
