Minggu, 22 Oktober 2017

Peserta SSDN Lemhanas Kunjungi Ambon

id SSDN, Ambon
Paska konflik sosial periode 1999 - 2004 kita berupaya mengembalikan wajah kota Ambon dengan melakukan pembenahan dan pembangunan infrstruktur
Ambon, 10/10 (Antara Maluku) - Peserta Study Strategis Dalam Negeri (SSDN) program pendidikan singkat Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) angkatan XXI tahun 2017 mengunjungi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Selasa.

Kunjungan 27 peserta SSDN dipimpin Gubernur Lemhanas, Jendral TNI (Purn) Agus Widjojo diterima Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gubernur Lemhanas menyatakan, institusi ini memiliki tiga tugas yaitu melaksanakan kegiatan pendidikan tingkat nasional, dengan dua program pendidikan reguler bagi pejabat eselon dua yang akan dipromosikan menduduki eselon satu berlangsung selama 7,5 bulan.

Selanjutnya program pendidikan singkat Lemhanas bagi pejabat yang telah menduduki eselon satu selama satu bulan.

Selain itu, tugas pemantapan nilai kebangsaan dan penyebarluasan kepada masyarakat. Tugas ketiga adalah melaksanakan kajian strategis untuk pemerintah melalui menkopolhukam.

"Siapapun bisa mengikuti pendidikan di Lemhanas, sesuai persyaratan yakni mendapat rekomendasi dari masing - masing induk organisasi, sedangkan untuk pengembangan nilai kebangsaan juga bisa diikuti oleh organisasi pemerintahan," ujarnya.

Gubernur Lemhanas juga menyampaikan harapan besar bagi kota Ambon dalam mempertahankan prestasi yang telah dicapai selama ini.

"Ambon sudah sangat luar biasa. Keluarbiasaan ini dicapai dari kearifan lokal masyarakat Ambon sendiri. Jadi tidak ada yang perlu mengklaim dapat pemulihan dalam konflik horizontal selain dari masyarakat Ambon sendiri," katanya.

Diakuinya, Maluku adalah Indonesia mini yang tantangannya hampir sama dengan Indonesia. Jika masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon, bisa mengatasi bahwa sebetulnya masyarakat mempunyai local wisdom yang lebih tinggi peradabannya.

"Nilai tersebut bisa jadi contoh bagi Indonesia secara keseluruhan.Hal tersebut harus dipelihara karena masyarakatnya sangat memperhatikan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu dan memelihara dan meningkatkan hasil baik yang sudah dicapai sampai dengan saat ini," tandasnya.

Sedangkan, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memamparkan kondisi kota Ambon yang kembali bangkit paska konflik sosial pada 1999.

"Paska konflik sosial periode 1999 - 2004 kita berupaya mengembalikan wajah kota Ambon dengan melakukan pembenahan dan pembangunan infrstruktur yang rusak melalui rancangan pembangunan tahun anggaran 2006 -2026," katanya.

Pembangunan kota Ambon tahun aggaran 2006 -2011 dimulai dengan membangun pondasi rumah yang rusak, dilanjutkan dengan 2011 -2016 membangun rangka rumah, selanjutnya menutup rumah dengan mengisi perabotan rumah guna masa depan rumah kota Ambon yang lebih baik.

Visi kota Ambon yakni Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius, sedangkan misi dijabarkan dalam empat poin yakni memperkuat dan mempererat harmonisasi sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat menuju kemandirian yang kreatif berbasis sumberdaya alam yang tersedia, dan meningkatkan nilai-nilai spiritualitas masyarakat.

Strategi utama pembangunan kota Ambon adalah menggunakan jargon " Tarus benahi Ambon untuk semua" atau terus membenahi Ambon untuk seluruh masyarakat.

Selain itu program prioritas yang disiapkan adalah bersifat menyentuh langsung kepentingan publik, bersifat monumental, lintas urusan, berskala besar dan memiliki urgensi yang tinggi, serta memberikan dampak luas kepada masyarakat.

Tujuh program prioritas yakni Ambon aman, bersih, terang, sehat, cerdas, berbudaya dan Ambon yang sejahtera.

"Visi misi dan program prioritas ini merupakan kelanjutan kepemipinan lima tahun lalu 2011-2016 yakni Benahi Ambon dengan lima program prioritas yaitu Ambon bersih, terang, tertib perparkiran, pelayanan publik dan Ambon yang partisipatif," tandasnya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga