Water Front City (WFC) atau kota menghadap ke laut merupakan program tepat untuk pengembangan kawasan Teluk Ambon, kata seorang pakar."Konsep WFC sangat tepat untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan kawasan Teluk Ambon bagi kesejahteraan masyarakat," kata Dr Veronica A Kumurur, ahli lingkungan kota dari Universitas Sam Ratulangi Veronica Kumurur pada Workshop Jurnalis Lingkungan yang digelar Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PPLH-SDA) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu.Menurut dia, program WFC akan menjadikan kawasan Teluk Ambon sebagai pusat budidaya sektor perikanan dan memberikan efek bagi pengembangan sektor lainnya."Program ini pun akan membentuk pola pikir dan sikap masyarakat untuk memanfaatkan Teluk Ambon sebagai pusat pengembangan dan peningkatan kesejahteraan, dan tidak menyamakannya dengan pusat pembuangan sampah" ujarnya.Sehubungan itu, Kepala Pusat Penelitian Universitas Sam Ratulangi menyatakan bahwa Pemerintah Kota Ambon harus memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan konsep Ambon WCF sesuai rencana induk pengembangan tata ruang dan memberikan akses ruang lebih banyak kepada masyarakat."Pengembangan konsep ini hendaknya berdampak besar bagi masyarakat terutama nelayan dan bukan untuk memenuhi kepentingan kalangan elit saja," tandasnya.Pemkot Ambon, lanjutnya, harus pula segera membuat konsep tata ruang kota dan menetapkannya melalui peraturan daerah."Tata ruang harus memiliki fungsi dan peruntukkan yang tidak merusak lingkungan. Ini pertama kali saya datang ke sini. Teluk Ambon benar-benar indah. Saya sungguh berharap pemanfaatan dan pengelolaannya ditangani secara serius dan terkendali," katanya.Veronica menambahkan, pengelolaan limbah dari berbagai aktivitas yang dilakukan juga harus dikelola secara profesional melalui penyediaan IPAL (instalasi pengelolaan air limbah) agar kawasan Teluk Ambon tidak tercemar."Semua lembaga yang aktivitasnya menghasilkan limbah berbahaya seperti rumah sakit, bengkel, pabrik harus memiliki IPAL sehingga limbah beracun yang dihasilkan tidak mencemari air yang terbawa ke laut serta biota yang hidup di dalamnya," katanya.Penyiapan IPAL itu, lanjut Veronica, sangat penting untuk menjamin pengelolaan limbah beracun benar-benar terkontrol dan tidak menimbulkan efek ganda bagi kerusakan lingkungan.
WFC Tepat untuk Kembangkan Kawasan Teluk Ambon
Kamis, 16 Desember 2010 5:22 WIB
