Ambon (Antara Maluku) - Biaya makan yang dipatok Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Maluku kepada seratusan siswa dan guru honor Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan Siwalima Ambon senilai Rp2,7 miliar dinilai terlalu besar sehingga perlu dipangkas.
"Kalau melihat anggaran yang diusulkan untuk biaya makan sendiri, kami mengganggap terlalu besar makanya komisi berencana memangkas dana tersebut agar bisa digunakan untuk hal lainnya," kata Ketua Komisi D, DPRD Maluku, Suhfi Majid di Ambon, Selasa.
SMA unggulan Siwalima awalnya dikelola Pemerintah Kota Ambon, tapi saat ini telah diserahkan ke Disdikpora Maluku untuk menanganinya dan diharapkan ke depan bisa berhasil karena anggarannya cukup besar.
Sekolah unggulan tersebut diharapkan bisa mencetak dan melahirkan putra-putri daerah yang berprestasi serta ikut berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku.
Suhfi Madjid mengatakan, komisi D telah melakukan pertemuan khusus dengan Disdikpora Maluku guna membahas usulan dana untuk biaya makan para siswa dan guru honor SMA unggulan Siwalima selama satu tahun dalam anggaran belanja daerah.
Kadis Dikpora Maluku, Salim Kairoty mengatakan, pihaknya telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk mengelola SMA Siwalima.
Sebesar 50 persen dari alokasi dana itu dimantaarkan sebagai biaya makan guru honor tetap, siswa dan sisanya untuk anggaran operasional sekolah dan biaya internet.
"Untuk anggaran makan para siswa dan guru honor tetap dianggarkan sebesar Rp2 miliar dan saya anggap itu masih dalam batas kewajaran," katanya.
Sebab pengusulan dana seperti ini dilakukan berdasarkan penghitungan kebutuhan dasar siswa dan guru honor yang menetap di asrama milik sekolah dengan perkembangan harga barang yang selalu berfluktuasi di pasaran.
Minimal seorang siswa atau guru honor harus makan sebanyak tiga kali sehari, mulai dari sarapan pagi, makan siang dan makan malam, namun legislatif menilai usulan anggaran makan ini terlalu besar sehingga mereka berencana melakukan pemangkasan.
