Ambon (ANTARA) - Petugas Pemasyarakatan Ditjenpas Maluku meraih medali emas pada ajang Asia-Pacific Hayashi-ha Shitoryukai International Karate Championship 2025 yang digelar di Tangerang, Banten.
“Dia adalah Kepala Regu Pengamanan Lapas Kelas III Wahai, Kevin Revuallo,” kata Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro di Ambon, Minggu.
Ricky pun bersyukur dan bangga atas pencapaian Kevin. Dia menyebut prestasi itu hasil dari dedikasi dan latihan keras, serta dukungan dan doa dari orang-orang terdekat.
“Kami sebagai insan pemasyarakatan Maluku berterima kasih atas capaian medali emas yang diraih Kevin Revuallo. Ini adalah bukti bahwa Pemasyarakatan Maluku juga bisa berdampak dan membawa nama Indonesia harum di tingkat internasional,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa dasar bela diri bagi petugas pemasyarakatan memiliki nilai strategis dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam penguatan kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan fisik dan mental dalam menghadapi kondisi darurat.
“Sebagai Komandan Regu Pengamanan, Kevin menunjukkan bahwa kompetensi bela diri bisa dikembangkan hingga ke level tertinggi. Kami sangat bangga atas prestasi ini,” tuturnya.
Kevin Revuallo berlaga di kelas senior putra -75 kilogram dalam kejuaraan yang diikuti oleh peserta dari 12 negara, yakni Australia, Singapura, Filipina, Hong Kong, Jepang, Iran, India, Sri Lanka, Nepal, Myanmar, Malaysia, dan Indonesia.
Usai pertandingan, Kevin mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan dan menyampaikan terima kasih kepada keluarga, kerabat, serta seluruh jajaran Pemasyarakatan Maluku.
“Medali ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, keluarga, kerabat, dan rekan-rekan di Pemasyarakatan Maluku. Terima kasih atas doa dan dukungan luar biasa. Puji Tuhan, saya bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional,” tutur Kevin.
