Ternate (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Maluku Utara (Malut) yang berlaku selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 September 2025.
Prakirawan cuaca BMKG Sultan Baabullah Ternate Dhea Widyasista di Ternate, Jumat, menjelaskan adanya belokan angin serta pertemuan massa udara di wilayah Malut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan serta kecepatan angin di sejumlah daerah. Kondisi ini dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
"Secara umum cuaca Maluku Utara berawan hingga hujan sepanjang hari. Beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang," kata Dhea.
Berdasarkan prakiraan cuaca harian, pada hari ini kondisi cuaca diprediksi untuk pagi hari umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Batang Dua, Patani, Gebe, Gane, Bacan, Kepulauan Widi, Obi, dan sekitarnya.
Pada sore hari berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Malifut, Ibu, Jailolo, Sidangoli, Tidore, Oba, Sofifi, Wasile, Maba, Weda, Patani, Gane, Bacan, Obi, Mangoli, hingga Taliabu.
Adapun suhu udara berkisar 27–31 derajat Celcius dengan kelembapan 70–90 persen, serta angin bertiup dari arah selatan ke barat laut dengan kecepatan 5–30 km/jam.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Morotai, Wasile, Maba, Gane, Bacan, Obi, Taliabu, dan sekitarnya.
Sementara itu, kondisi gelombang laut di Maluku Utara pada periode tersebut diperkirakan relatif aman dengan ketinggian 0,25–1,25 meter, sehingga peringatan dini gelombang dinyatakan nihil.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak, serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG yang tersedia di AppStore maupun PlayStore.
