Ternate (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Maluku Utara.
"Fenomena ini dipicu oleh adanya siklon tropis Kalmaegi yang terpantau di wilayah utara Halmahera," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Babullah Ternate, Sakimin di Ternate, Senin.
Dia menjelaskan, bahwa keberadaan siklon tropis tersebut berdampak pada pola angin yang membentuk belokan dan perlambatan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
"Umumnya, kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode 3–9 November 2025 diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat secara fluktuatif yang dapat terjadi pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari,” ujar Sakimin.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak turunan fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang.
Dirinya merinci untuk 3–4 November 2025: Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, dan sekitarnya.
Untuk 5–6 November 2025: Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, dan sekitarnya dan 7–9 November 2025: Hujan sedang hingga lebat berpotensi meluas di Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan.
BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air dalam menghadapi potensi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi antara BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan Ditlantas Polda Malut perlu ditingkatkan untuk menghindarkan masyarakat serta arus lalu lintas dari wilayah rawan longsor, banjir, dan banjir bandang.
Sakimin juga mengingatkan masyarakat agar mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan berperan aktif dalam mitigasi, antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, serta menata lingkungan sekitar.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.
