Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,501 triliun pada Tahun Anggaran 2026.
“Pemda Malteng menetapkan target pendapatan 2026 sebesar Rp1,501 triliun, dengan pendapat asli daerah (PAD) yang diproyeksikan mencapai Rp86,01 miliar,” kata Sekretaris Daerah Malteng Rakib Sahubawa, di Ambon, Selasa.
Target tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Malteng, Rakib Sahubawa, dalam Rapat Paripurna DPRD yang membahas Pengantar Nota Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026.
Ia mengungkapkan bahwa penyusunan proyeksi tersebut dilakukan di tengah tekanan fiskal menyusul penurunan Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat.
“Pada 2026, Kabupaten Maluku Tengah mengalami pengurangan TKD sebesar Rp177,03 miliar atau 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan ini cukup signifikan dan memberi dampak langsung pada ruang fiskal kita,” ujarnya.
Dengan kondisi itu, Pemda harus melakukan penyesuaian kebijakan, penyelarasan program, serta memperkuat tata kelola anggaran agar pelayanan dasar dan program prioritas tetap berjalan.
Sementara itu, belanja daerah pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,500 triliun, termasuk pembiayaan gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu.
“Situasi fiskal tahun depan jelas mempersempit ruang gerak, terutama pada pembiayaan layanan dasar dan pembangunan infrastruktur. Tapi kita tidak boleh berhenti pada keterbatasan,” jelas Sahubawa.
Ia juga menyampaikan ajakan Bupati kepada DPRD untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan PAD secara terukur, tanpa membebani masyarakat.
“Peningkatan PAD harus dilakukan melalui inovasi, optimalisasi aset, dan perbaikan tata kelola, bukan dengan membebani masyarakat,” tegasnya.
Dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA–PPAS) 2026 yang diserahkan menjadi pedoman awal penyusunan APBD yang responsif dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Pemda berharap pembahasan dengan DPRD dapat berlangsung produktif dan tetap mengedepankan semangat kemitraan.
Rapat Paripurna berlangsung lancar dan dihadiri Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pimpinan OPD lingkup Pemkab Malteng.
