Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara memperkuat pendidikan vokasi lewat kerjasama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam rangkaian kunjungan bersama Konsul Jenderal (Konjen) RRT di BPVP Malut.
"Kami berharap akan terjalin kerjasama strategis antara Indonesia-Tiongkok khususnya dunia pendidikan vokasi," kata Sekprov Malut, Samsuddin Abdul Kadir dihubungi, Kamis.
Dia mengatakan, kunjungan strategis yang berfokus pada penguatan pendidikan tersebut menjadi titik temu antara komitmen Sherly-Sarbin dalam membangun dan memajukan dunia vokasi kedepan.
Kegiatan diawali dengan presentasi ‘vocational training centre’ oleh Kepala Balai Maluku Utara di hadapan Sekprov dan Konjen RRT beserta tim.
Kepala BPVP Maluku Utara, Abdul Aziz mengungkapkan pada masa depan BPVP Maluku Utara akan menjadi pusat pendidikan vokasi di wilayah Indonesia Timur.
Lanjut ia katakan, sampai dengan tahun 2026 BPVP telah meluluskan 1200 orang dan pendidikan alat berat menjadi pelatihan favorit mengingat banyaknya industri tambang di Maluku Utara.
Konjen RRT Ye Su mengapresiasi komitmen Pemprov Malut dalam memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor pendidikan vokasi.
Melalui penerjemahnya, Ye Su ucapkan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara beserta Jajaran, Kepala BPVP yang telah menerimanya sampai di Sofifi dengan hangat.
“Semoga kerjasama antara kedua negara dapat segera terlaksana sehingga dapat membawa manfaat bagi SDM Malut” tutur Ye Su.
Sekprov Samsuddin, secara singkat berujar BPVP menjadi leading sector pelatihan untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang pesat.
Dalam kesempatan itu, keduanya meninjau beberapa fasilitas BPVP termasuk satu unit ekskavator yang beberapa hari lalu diserahkan Gubernur Sherly.
