Kamis, 19 Oktober 2017

Gelar Festival Rebana Sambut Tahun Baru Islam

id Rebana
Ternate, 21/9 (Antara Maluku) - Masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menggelar berbagai kegiatan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijiriah, satu di antaranya festival rebana.

"Sebanyak 50 grup rebana dari berbagai wilayah di Kota Ternate, yang sebagian besar dari majelis Taklim ambil bagian dalam festival tersebut," kata seorang anggota panitia penyelenggara, Muhammad Muhtar di Ternate, Kamis.

Rebana merupakan salah satu kesenian tradisional bernuansa Islam di Ternate, yang biasanya ditampilkan dalam berbagai kegiatan keislaman,dan kegiatan sosial di masyarakat, seperti acara pernikahan dan cukur rambut anak serta penyambutan tamu.

Ia mengatakan, penyelenggaraan festival rebana dalam menyambut Tahun Baru Islam tersebut, diharapkan dapat memperkaya wawasan masyarakat, khususnya umat muslim bahwa kesenian bisa menjadi sarana untuk menunjukan rasa syukur atas segala nikmat yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, penyelenggaraan festival rebana tersebut dapat menjadi momentum untuk melestarikan kesenian tradisional Ternate, sekaligus mendorong masyarakat, khususnya kalangan generasi muda untuk mencintai kesenian rebana, karena mereka belakangan ini justru lebih menyukai kesenian modern.

Pemkot Ternate dan berbagai pihak terkait lainnya di daerah ini, kata Muhammad Muhtar, juga diharapkan untuk mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional bernuansa Islam seperti rebana itu, dengan mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan festival atau kegiatan lainnya, termasuk pengadaan peralatan rebana.

Kegiatan lainnya yang digelar di Ternate dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijiriah adalah pawai tarub pada Kamis (21/9) yang melibatkan berbagai ormas Islam, instansi pemerintah dan swasta serta para pelajar dan Taman Pengajian Alqur`an (TPA) di Ternate.

Sejumlah organisasi di Ternate, seperti Tim Penggerak PKK Kota Ternate juga menyambut Tahun Baru Islam dengan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya sunnatan massal dan bedah rumah bagi rumah warga kurang mampu yang tidak layak huni.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga