Ternate (ANTARA) - Satu calon jamaah haji asal Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, karena kondisi kesehatan.
"Calon jamaah haji atas nama Raihan Salasa, warga Desa Jere, Kecamatan Galela Utara, terpaksa dipulangkan setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat dan Ekonomi Setda Halmahera Utara (Halut) Samud Taha dihubungi dari Ternate, Kamis.
Dia menjelaskan hasil pemeriksaan di RSUD Chasan Boesoirie, Ternate, menunjukkan adanya gangguan pada saraf berdasarkan hasil CT scan, sehingga yang bersangkutan dinyatakan tidak layak untuk diberangkatkan ke Embarkasi Makassar menuju Madinah, Arab Saudi.
"Raihan Salasa hari ini sudah dipulangkan ke desa asal," ujar Samud Taha .
Sementara itu terkait kemungkinan penggantian dengan anggota keluarga lain, Samud menyatakan hal tersebut tidak memungkinkan mengingat waktu keberangkatan yang sudah sangat mepet.
"Untuk calon pengganti tidak lagi bisa diakomodir, karena waktu yang tersisa tinggal satu hari keberangkatan. Jadi kuota calon jamaah haji Halmahera Utara tahun ini hanya 99 orang dari total 100 orang," kata dia.
Lebih lanjut Samud menyampaikan Raihan Salasa akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan pada musim haji tahun depan dengan nomor urut pertama dan pemerintah daerah juga telah menanggung seluruh biaya pemulangan dari Ternate ke desa asal.
"Saya berharap Ibu Raihan bisa menjaga kesehatannya hingga musim haji tahun depan dan secara umum kami mengimbau seluruh calon jamaah haji agar senantiasa menjaga kondisi kesehatannya agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar," ujar Samud.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satu calon haji asal Halmahera Utara gagal berangkat ke Tanah Suci
