Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beralih dan menerapkan sistem transaksi digital.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mempercepat digitalisasi ekonomi sekaligus mewujudkan inklusi keuangan di Kota Ambon,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Jumat.
Hal ini disampaikan usai membuka acara Puncak Pekan QRIS Nasional 2025 yang diadakan di Kota Ambon.
Ia menyampaikan peningkatan transaksi digital di kota ini menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan teknologi oleh masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon sebelumnya. memperoleh predikat sebagai Pemerintah Daerah Digital dengan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) sebesar 96,00 persen.
“Yang ingin kita capai adalah inklusi keuangan di Kota Ambon. Artinya, kita harus mengurangi transaksi manual dan mendorong semua sektor, terutama yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah, agar sepenuhnya digital," ujarnya.
Salah satu bentuk digitalisasi yang terus didorong adalah penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Menurut Bodewin, QRIS memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
"QRIS mudah digunakan dan menjamin keamanan transaksi. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai banyak, sehingga lebih praktis dan mengurangi risiko pencopetan," jelas Bodewin.
Langkah ini juga sejalan dengan konsep Ambon kota pintar atau Ambon Smart City, yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi di era digital.
Pemkot Ambon juga telah mengimbau seluruh ASN untuk mulai terbiasa dengan transaksi non-tunai. Meski diakui belum semua pihak siap, pembiasaan yang terus dilakukan diharapkan akan memberikan efek positif secara luas.
"Sudah saya sampaikan, tidak boleh ada lagi transaksi manual di Kota Ambon. Semua pembayaran, termasuk insentif, harus melalui rekening bank," tegasnya.
Untuk mendukung transformasi ini, Pemkot Ambon bekerja sama dengan sejumlah bank dan Bank Indonesia dalam menyediakan perangkat pendukung transaksi digital kepada pelaku UMKM dan pedagang lainnya. “Retribusi dari pedagang pun sekarang bisa dibayar secara digital, begitupun parkir. Tidak perlu lagi datang membawa uang tunai," tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkot berharap ekosistem digital di Ambon semakin kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kota yang lebih modern, aman, dan efisien.
