Ambon (ANTARA) - Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon, Maluku melatih warga binaan meracik kopi sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian serta menjadi bekal mereka saat kembali ke masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Griya Abhipraya Bupolo sebagai wadah pembimbingan warga binaan,” kata Kepala Bapas Kelas II Ambon Ellen M Risakotta di Ambon, Rabu.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapat pembekalan teori dasar perkopian dan praktik menyeduh kopi manual dengan metode V60.
Peserta diajarkan mulai dari menggiling biji kopi, menuang air, hingga menyajikan kopi. Biji kopi arabika digunakan sebagai bahan utama karena memiliki keasaman seimbang dan aroma khas.
Dia mengatakan pelatihan vokasional ini menjadi bagian dari pembimbingan berkelanjutan bagi warga binaan yang telah kembali ke masyarakat.
“Dengan keterampilan barista profesional, warga binaan memiliki peluang nyata untuk membuka usaha maupun berkarir di industri kopi. Harapan kami, keterampilan ini benar-benar bermanfaat untuk membangun kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.

Instruktur BPVP Ambon Rio Wicaksono mengatakan kemampuan menyeduh kopi secara manual saat ini diminati industri, termasuk kebanyakan toko kopi.
“Praktik langsung ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri warga binaan sebagai calon barista profesional,” katanya.
Ia menjelaskan menyeduh kopi dengan metode V60 suatu proses sederhana, namun penuh ketelitian.
Pertama, katanya, kertas filter dipasang pada dripper lalu dibasuh dengan air panas untuk menghilangkan sisa rasa kertas sekaligus menghangatkan wadah. Bubuk kopi berukuran medium kemudian dituangkan, biasanya sekitar 15 hingga 18 gram, untuk satu cangkir, sebelum disiram sedikit air panas guna melakukan proses blooming.
Pada tahap ini, kopi dibiarkan mengembang selama 30 hingga 45 detik agar gas alami dalam biji kopi keluar dan rasa lebih bersih saat diseduh.
Setelah itu, air panas dituangkan perlahan dengan gerakan melingkar dari tengah ke tepi, dilakukan bertahap hingga mencapai takaran 250 mililiter. Proses penyeduhan ini berlangsung sekitar tiga menit, menghasilkan cairan kopi yang jernih dengan karakter rasa yang halus.
Setelah dripper diangkat, kopi siap diaduk perlahan dan dinikmati, menghadirkan pengalaman minum kopi yang tidak hanya segar tetapi juga memberi ruang untuk merasakan keaslian cita rasa biji kopi.
