Ambon (Antara Maluku) - Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon Sam Latuconsina mengajak warga kota itu mensukseskan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI pada 2-12 Oktober 2015.
"Saya sangat berharap penyelenggaraan Pesparawi nasional yang akan digelar pada bulan Oktober 2015 berlangsung dengan sukses dan didukung seluruh warga Kota Ambon," katanya, di Ambon, Rabu.
Ia menyatakan, sukses pelaksanaan MTQ tingkat nasional yang berlangsung tahun 2012 membuat pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada pemerintah Provinsi Maluku menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan nasional.
"Sukses pelaksanaan MTQ di Maluku berkontribusi besar bagi kerukunan hidup antarumat beragama, karena kita melihat kerukunan beragama dan budaya pela gandong tetap terjalin dengan baik," katanya.
Menurut Sam, kondisi kehidupan sosial di Kota Ambon dari tahun ke tahun semakin membaik.
"Setelah kami dilantik bulan Agustus 2011, satu bulan kemudian yakni September terjadi gesekan yang hampir meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan di Ambon, tetapi seluruhnya bisa diatasi berkat kerja sama pemerintah, masyarakat dan aparat keamanan," ujarnya.
Ia mengakui, titik utama keamanan Ambon membaik ditandai dengan normalisasi arus lalu lintas kawasan Waihaong dan Trikora yang sempat terkendala.
"Kesadaran warga kota untuk menjaga situasi keamanan sekarang kita bisa lihat sendiri, Ambon memang sudah aman dan menjadi modal kita mengelar sejumlah event tingkat nasional salah satunya adalah Pesparawi," tandas Sam.
Ia juga berharap warga Kota dapat memberikan kesan yang baik kepada para tamu yang datang ke Ambon .
"Kita harus membuktikan Maluku dan Kota Ambon bisa menjadi laboratorium perdamaian di dunia, sehingga ketika para tamu itu kembali mereka bisa menceritakan kondisi kita saat ini. dan di tahun-tahun mendatang mereka bisa kembali berkunjung," tandasnya.
Ditambahkannya, saat pelaksanaan MTQ digelar banyak kafilah yang ditempatkan di pemukiman Kristen seperti Kudamati, Kopertis dan sejumlah kawasan lain.
"Jika Perparawi nantinya kalau memang penginapan yang ada di Kota Ambon tidak mampu menampung para tamu, maka pemerintah bisa mengalihkan para peserta untuk menginap di rumah-rumah warga dan itu membutuhkan dukungan dari warga muslim di kota Ambon," ujar Sam.