Ternate, 16/2 (Antara Maluku) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku Utara dan seluruh BPBD kabupaten/kota terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor saat musim hujan tiba.
"Curah hujan di Malut sejauh ini belum menunjukkan intensitas tinggi, namun kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor tetap ditingkatkan," kata Sekretaris BPBD Malut Ali Yau di Ternate, Selasa.
BPBD Malut telah memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di 10 kabupaten/kota di Malut, salah satu di antaranya di wilayah Kota Ternate dengan potensi ancaman berupa bencana lahar dingin dari puncak Gunung Gamalama.
Menurut Ali Yau, setiap terjadi hujan, terutama jika intensitas tinggi para personel BPBD langsung diturunkan ke lokasi yang rawan bencana banjir atau tanah longsor, sehingga jika terjadi bencana bisa langsung melakukan langkah-langkah penangganan.
Selain itu, BPBD juga terus mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di lokasi rawan bencana banjir dan tanah longsor selalu waspada dan segera melakukan tindakan penyelematan jika terjadi bencana sambila menunggu adanya bantuan dari BPBD atau instansi terkait lainnya.
Ali Yau mengatakan, koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor terus pula diintensifkan, sehingga kalau jika nanti terjadi bencana masing-masing langsung mengambil peran sesuai dengan tupoksi.
Khusus mengenai kesiapan bantuan untuk masyarakat yang terjadi korban bencana jika terjadi bencana, juga tidak ada masalah karena semuanya sudah siap, untuk bantuan bahan makanan misalnya sudah disiapkan beras di sebanyak 100 ton disetiap kabupaten/kota.
Ia menambahkan, sejumlah intansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Sungai di Malut terus melakukan pengerukan terhadap sungai-sungai yang mengalami pendangkalan agar ketika hujan deras aliran air bisa lancar ke laut.
Di wilayah Malut tepatnya di Kota Ternate tahun 2011 mengalami banjir bandang lahar dingin yang mengakibatkan sembilan warga meninggal dan belasan lainnya luka berat dan ringan, selain itu ratusan rumah warga dan fasilitas rumah umum mengalami rusak berat dan ringan.
