"Pemkot Ternate selama ini hanya fokus menormalisasi jaringan drainase yang menjadi alur aliran lahar dingin Gunung Gamalama, seperti Kali Tugu Rara, Kali Loto dan Kali Ngade Sone," Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman di Ternate, Senin.
Tetapi pada 2018 Pemkot Ternate akan menormalisasi semua drainase yang ada di wilayah ini, terutama yang dalam beberapa tahun terakhir ini setiap musim hujan selalu meluap dan mengakibatkan banjir di daerah sekitarnya.
Menurut dia normalisasi drainase itu selain menggunakan APBD Kota Ternate, juga akan diupayakan dari APBD Provinsi Malut dan APBN, karena untuk menormalisasi drainase membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Pemkot Ternate juga akan mengupayakan penambahan alat berat, karena alat berat yang dimiliki saat hanya dua unit, sehingga sering kesulitan untuk menangani drainase yang tertutup material lumpur dan bebatuan pasca - terjadinya hujan lebat.
"Contohnya ketika hujan lebat yang terjadi di wilayah Rua, Ternate pada Sabtu lalu yang mengakibatkan drainase di wilayah itu tertutup material lumpur dan menimbulkan banjir, BPBD kesulitan untuk segera membersihkannya karena dua alat berat milik pemkot sedang dipakai di Pulau Moti," katanya.
Untuk mencegah terjadinya banjir di Ternate, juga mengharapkan kesadaran masyarakat setempat untuk tidak membuang sampah di selokan dan drainase, karena salah satu penyebab meluapnya air saat musim hujan adalah banyaknya sampah ikut hanyut di dalam jaringan drainase itu.
Selain itu, masyarakat juga jangan membangun rumah di bantaran drainase, apalagi sampai membuat tembok di pinggirnya yang dapat mempersempit aliran air, karena kalau hujan lebat tidak bisa menampung air hujan maka dapat dipastikan akan meluap dan membanjiri wilayah sekitarnya, katanya.
Pewarta: La Ode Aminuddin: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.