Ambon (ANTARA) - Pelabuhan Ambon menjadi pintu masuk bagi daerah di kepulauan Provinsi Maluku dan juga provinsi di Papua saat ini terus meningkatkan layanan bagi penumpang yang akan mudik pada Idul Fitri 2025.
"Pihak pelabuhan mengalokasikan 31 armada kapal penumpang dengan 15 armada kapal berpangkalan di Ambon," kata Pelaksana Tugas Kepala KSOP Kelas I Ambon Herry Devit Sinaga di Ambon, Sabtu didampingi Plt. Kepala Bidang Status Hukum Kapal & Sertifikasi Kapal Willem Thobias Fofid dan Kasi Penjagaan, Patroli dan Pengawasan Labaya KSOP Ambon.
Ia menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kerja dan monitoring evaluasi Forkopimda Provinsi Maluku pada Jumat (28/3) dipimpin Wakil Gubernur Abdullah Vanath beserta jajaran Forkopimda Maluku Pangdam Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Tri Handoyo, Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan, Komandan Lantamal IX Brigjen TNI Mar. Suwandi, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, serta beberapa pemangku kepentingan lainnya Kepala Cabang Jasa Raharja, Kadishub Provinsi Maluku, Perwakilan PT Pelindo Regional Ambon dan pemangku kepentingan Pelabuhan Ambon lainnya,
"Kunjungan kerja dan monitoring evaluasi di posko terpadu layanan Angleb 2025 Pelabuhan Ambon tersebut untuk peningkatan pengawasan koordinasi dan evaluasi kesiapan pelayanan dalam rangka Angkutan Lebaran 2025," tambah Herry Devit Sinaga.
Plt. Kabid Status Hukum Kapal & Sertifikasi Kapal KSOP Ambon saat di posko terpadu memaparkan kesiapan Ditjen Perhubungan Laut melalui KSOP Ambon yaitu telah melakukan uji petik atau ramp chek kelaiklautan kapal bagi 15 kapal pangkalan Ambon yang melayani rute dari dan ke Ambon sekitarnya.
Ia juga menyampaikan peningkatan jumlah penumpang arus mudik lebaran dan okupansi volume kunjungan kapal dan barang di Pelabuhan Ambon yang mengalami kenaikan penumpang 17 persen.
Oleh sebab itu pihaknya mengoptimalkan pemberian informasi keberangkatan/kedatangan kapal dan juga melayani arus lonjakan penumpang arus mudik saat embarkasi/debarkasi penumpang.
KSOP Ambon bersama pemangku kepentingan pelabuhan melalui Posko Terpadu Angkutan Lebaran y siap siaga 24 jam selama 21 hari guna melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik dengan menggunakan moda transportasi laut kapal laut melalui Pelabuhan Ambon dan sekitarnya.Termasuk memberikan pelayanan bagi penumpang lanjutan yang akan melaksanakan perjalanan dari dan ke wilayah barat dan wilayah timur Indonesia seperti ke Bau-bau, Makassar, Bitung, Ternate, Sorong, Kaimana dan Jayapura.
