Ternate (ANTARA) - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos meminta manajemen PT Natural Indococonut Organik (Nico) lebih meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa yang selama ini luput dari perhatian pemerintah.
"Saya harapkan para investor yang menanamkan investasi di Halut, seperti PT Nico beri perhatian ke petani kelapa," kata Gubernur Malut, Sherly Laos usai melakukan kunjungan ke PT Natural Indococonut Organik, Rabu.
Kunjungan ini merupakan langkah Gubernur untuk memberikan perhatian kepada potensi SDA kelapa yang melimpah di daratan Halmahera Utara.
Gubernur didampingi Wagub Malut, Sarbin Sehe beserta rombongan disambut langsung oleh GM PT Nico Nanang Rasmadi, setelah itu Nanang bersama Gubernur melakukan company tour untuk mengenal lebih dekat historis PT Nico.
Gubernur menanyakan beberapa hal teknis dan strategis terkait tata kelola perusahaan dan pembahasan mengenai perkembangan industri kelapa, setelah itu Gubernur dan rombongan menuju Aula Mama Koko.
Bahkan, pihak manajemen memaparkan mengenai Standard prosedur operasional K3 perusahaan PT Nico, bahwa titik berkumpul PT Nico sudah sangat terorganisir dalam hal penanggulangan darurat bencana, ini bukti perusahaan mengutamakan K3.
Terima kasih kepada PT Nico yang telah berinvestasi di Halmahera Utara, buka Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya. Sherly kemudian melanjutkan bahwa SDA Halmahera Utara ini sangat potensial untuk digali dengan maksimal.
"Kami dari Pemerintah Provinsi sangat mendukung kegiatan pemetaan potensial PT Nico mengenai potensi kelapa dalam jangka panjang," ujarnya.
Gubernur mengatakan, bahwa dirinya sudah berbicara dengan Jajaran Direksi PT Nico di Jakarta bahwa peremajaan kelapa perlu dilakukan, karena pohon kelapa yang sudah tua tidak lagi menghasilkan kelapa yang sesuai kualitas perusahaan maka ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan PT Nico.
"Semoga sinergi apik pemerintah dan PT Nico semakin meningkatkan valuasi ekonomi di Halmahera Utara khususnya bagi para petani kelapa,” pungkas Sherly.
Dalam aula juga diputar video mengenai video profil perusahaan PT Nico, dalam video dijelaskan mengenai proses bisnis PT Nico dari hulu ke hilir.
PT Nico dalam lima tahun ke depan akan ekspansi ke seluruh Maluku Utara dengan mendirikan 7 pabrik baru, dan akan membutuhkan angkatan kerja hingga 40 ribu tenaga kerja.
Gubernur dan rombongan juga menyempatkan tur pabrik untuk mengetahui lebih dekat dengan proses produksi perusahaan.
Setelah itu Gubernur dengan didampingi Jajaran Direksi PT Nico melakukan pelepasan dua buah kontainer ekspor produk olahan kelapa berupa coconut water ke Swedia.
Sementara itu, Bupati Hamahera Utara, Piet Hein dalam sambutannya memaparkan, Halut memiliki potensi melimpah mengenai SDA kelapa. Bupati juga menyoroti mengenai banyaknya potensi kelapa yang tidak dibarengi dengan kesejahteraan petani kelapa.
"Disinilah PT Nico hadir untuk membantu mendongkrak kesejahteraan petani kelapa dan juga bagi daerah ikut mendorong akselerasi ekonomi di Halmahera Utara," kata Piet.
Piet telah menginstruksikan kepada kepala dinas pertanian untuk melakukan pendataan jumlah petani, pohon kelapa dan melakukan pemetaan peremajaan pohon kelapa yang sudah tidak produktif.
Ia juga berharap PT Nico bisa melakukan ekspansi wilayah perkebunan kelapa dalam hal meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Halut.
"Sinergi kolaborasi diperlukan bersama dalam hal akselerasi ekonomi rakyat," ujar Piet.